A”Papuan Statehood” tidak bisa di hidupkan dengan politik ” Nabok-Kabok” (Gossip)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Kita manusia asli Papua sudah tahu bahwa Indonesia dan dunia barat berusaha untuk menghapuskan the State of Papua. Musuh Bangsa Papua berusaha untuk membohongi, membingunkan, menciptakan dan memelihara konflik- konflik horizontal antara Papua dan Papua supaya the State of Papua itu tidak dapat dipikirkan, dimimpikan, didiskusikan dan diwujudkan oleh manusia asli Papua.

Sentiment untuk Papua Merdeka itu sangat kuat di hati dan pikiran manusia Papua, tetapi kita tinggal di level sentiment ini saja tidak cukup untuk keselamatan Bangsa Papua. Karena musuh state of Papua itu bekerja siang-malam 24 jam untuk mematikan akar/roh Bangsa Papua.

Jakarta berpikir bagaimana supaya manusia Papua tidak boleh berpikir, bermimpi dan berdiskusi untuk mendirikan negara Nepublik Papua Barat. Dan manusia yang memiliki niat jahat untuk memisahkan keluarga dan suku manusia asli Pribumi Papua dari Sorong sampai Samarai programkan otak kita untuk berpikir bahwa: West Papua itu negara lain di Asia, kemudian PNG itu negara lain di Pacific. Mereka takut bahwa pulau New Guinea akan suatu saat menjadi satu dan kuat.

Untuk membatasi ini, Jakarta selalu menjual isu-isu pembangunan dan pemekaran di pikiran dan hati manusia asli Papua. Kalau kita lihat bagaimana hal ini terjadi, kita bisa perhatikan diskusi-diskusi dan aktivitas kita di lingkungan kita masing-masing. Kebanyakan percakapan kita di keluarga manusia asli Papua itu selalu menyangkut “ pembangunan, pemekaran, partai politik Indonesia, dan berambisi terus untuk menjadi bupati, gubernur dan anggota ini dan  itu” dan lain sebagainya.

Hal yang sama juga Kadang terjadi di  kalangan atau kubu Papua Merdeka. Kebanyakan diskusi kita selalu meliputi isu-isu yang tidak sehat, berguna dan menghidupkan roh persatuan Bangsa Papua. Kita kebanyakan berpikir dan berbicara sekelilingi  “ NABOK-KABOK . Kata ini dari bahasa orang Lani, artinya Gosip” atau cerita orang lain berdasarkan Informasih yang salah, tidak benar atau tidak akurat. Moyang orang Lani dulu bilang bahwa “ Nabok-Kabok”  itu “ MAGAGIRAK.” Kata Magagirak ini artinya: Racun berbahaya yang bisa bunuh. Dalam bahasa ingris (Dangerous atau poisonous substance). Magagirak itu bukan hanya menyangkut racun material melalui obat, makanan atau minuman, tetapi dalam pengertian cosmology orang Lani: Magagirak itu juga menyangkut  informasih, ide, kepercayaan, pikiran, suatu lingkungan dan tindakan kita juga bisa di kategorikan sebagai Magagirak. Contoh: Sex juga bisa di katakan Magagirak tergantung bagaimana sex itu di paham dan dilakukan. Contoh lain: orang tua Lani berikan nasehat pada anaknya bahwa: membangun rumah dekat dengan seorang yang selalu carita “NABOK-KABOK” itu juga bisa dikatakan Magagirak karena orang itu akan bikin masalah banyak dan anda tidak akan  bisa hidup aman.

Orang yang curan menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib. Kalimat ini dari Alkitab Perjanjian Lama (Amsal 16:28). Nasehat di berikan dari Moyang Bangsa Yahudi.

Dunia Moyang kita dulu tidak begitu berbahaya karena dunia mereka tertutup, terbatas dan informasih semua sangat jelas – datang darimana dan kemana dan tujuanya untuk apa dan siap?

Dunia kita sekarang ini sangat berbahaya karena dunia kita sangat terbuka seluas-luasnya dengan informasih begitu banyak dengan berbagai macam warna, sumber, tujuan dan agenda. Dan semua informasih ini mengalami perubahan dahsyat setiap detik, bukan lagi setiap, jam, hari dan tahun. Dalam dunia model semacam ini, kalau kita tidak menjaga pikiran, hati dan kata-kata kita secara maximal, maka kita telah menjadi target untuk menjadi Magagirak.

Dunia sudah dan sedang meracuni roh-pikiran dan tubuh kita. Kalau manusia asli Papua itu sudah diracuni dengan NABOK-KABOK berdasarkan informasih dan berita yang salah, tidak lengkap, tidak akurat, maka kita perlu tanya: bagaimana “Papuan statehood” itu bisa diselamatkan dan didirikan? Lingkungan model begini tidak bisa kita dapat membentuk roh, pikiran watak dan karakter anak-anak kita menjadi “ pengagas dan negarawan Bangsa Papua dan Negara Republik Papua Barat.”

Mari kita jangan pernah lupa bahwa kita di lahirkan di zaman ini untuk selamatkan Bangsa Papua dan mendirikan Negara Republik Papua Barat, bukan untuk NABOK-KABOK, bicara pembangunan Indonesia, bukan untuk berdiskusi pemekaran dan baku maki, carita, gosip dan bunuh sudara kita sendiri atas nama semua institusi (kubu) Papua Merdeka yang didirikan dengan dasar pikiran yang sama: Yaitu: Merdeka.

Maka itu, tahun ini 2021, marilah kita manusia asli Papua merenungkan masalah ini sama-sama. Setiap keluarga Bangsa Papua memiliki tanggung-jawab dan tugas yang mulia untuk berpikir tentang roh-roh model mana yang kita harus tanamkan di hati dan pikiran anaknya. Karena nasib bangsa Papua ada di anaknya.

Nasib anaknya itu nasib Bangsa Papua. Nasib Bangsa Papua itu nasib anaknya. Tidak ada perbedaan. Maka disini, kalau kita berpikir tentang:Papuan Statehood”, berarti kita berpikir “Statehood Anak Papua”

Anak Papua punya pikiran, pisikologis, emosi, sentiment, kata-kata, tindakan, etika kerja,makan dan minum dan karakter perlu di regulasikan dengan IDE dan NILAI Papuan statehood.

Ide Papuan statehood itu gagasan kita tentang kondisi dan keberadaan manusia Papua sekarang ini, termasuk sejarah kita, masa depan kita dan kondisi kehidupan manusia asli Papua sekarang. Ide ini menyangkut “worldview” (pandangan hidup manusia Papua)

The well-being of Papua, the condition of Papuan humanity, the mind, and the spirit of Papua itu berada dimana?

Dan nilai-nilai atau norma-norma apa yang menghidupkan ide Papuan Statehood. Dengan kata lain, nilai kehidupan manusia Papua itu apa? Gagasan negara Republik Papua Barat itu apa?

Jangan kita bingun dan berkelahi antara kita sendiri atas nama batas-batas wilayah colonial ilegal yang didirikan oleh manusia pencuri dari Jakarta, Washington, Canberra, London, Berlin, Moscow dan Amsterdam…

Jakarta mau supaya anak Papua hanya pikir dan memandang identitas dirinya sebagai : orang gunung, orang pantai, orang Tolikara, Yahukimo, Lanny Jaya, Jayapura, Biak, Papua dan Papua Barat. Kita tidak bisa selamatkan Jayapura atau Manokwari  dan semua wilayah kolonial Indonesia di Bumi Cenderawasih kalau kita tidak berpikir untuk keselamatan Bangsa Papua dari SORONG sampai SAMARAI.

Jakarta dan dunia barat membunuh orang Papua bukan hanya karena kita di identifikasi sebagai orang gunung atau pantai, Sorong atau Biak, Serui atau Paniai, Sentani atau Wamena. Mereka bunuh kita karena kita ini orang Papua ras Melanesia. Jakarta takut the “State of Papua” di hidupkan kembali.

Tahun ini 2021 mari kita merenungkan tentang:

  • Papuan Statehood
  • Nilai Bangsa Papua
  • ide/gagasan Negara Republik Papua Barat
  • Lingkungan hidup kita dan anak-anak kita
  • Bahasa national Bangsa Papua
  • System ekonomi Negara Papua
  • System polisi dan militer
  • System pendidikan
  • Kurikulum nasional Bangsa Papua
  • Philosophy dan etika kerja Bangsa Papua
  • System social dan budaya Bangsa Papua
  • Hari-hari dan tanggal-tanggal national Bangsa Papua
  • Lagu-lagu, musik dan puisi-puisi Bangsa Papua
  • Wilayah, tanah, sungai-sungai- gunung-gunung, teluk-teluk, pasir-pasir putih di pesisir pantai, rawa-rawa, burung-burung  dan binatang-binatang yang ada di Bumi Cenderawasih.

“Waktu ini bukan kita punya, itu the State of Papua punya, uang ini bukan kita punya, itu the State of Papua punya, hidup ini bukan kita punya, itu the State of Papua punya, anak anak Papua itu bukan kita punya, itu the State of Papua punya”

You may also like to read..

3 thoughts on “A”Papuan Statehood” tidak bisa di hidupkan dengan politik ” Nabok-Kabok” (Gossip)”

Leave a comment

Translate »