KELAHIRAN JESUS – NASIB BANGSA YAHUDI DAN BANGSA PAPUA

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Pengertian umum tentang NATAL

Pengertian dan arti dari hari NATAL (Christmas Day) itu berbeda untuk umat manusia di Bumi ini. Pengertian umum, NATAL itu di peringati oleh umat Christian di seluruh dunia sebagai  hari kelahiran’ Sang Juru Selamat’ Yesus Kristus  untuk keselamatan Umat Manusia di seluruh dunia. Tetapi, Kebanyakan di dunia barat, Christmas itu di terima sebagai hari nasional budaya mereka dimana hadia-hadia material NATAL di beri dan diterima ketika semua keluarga/teman bertemu. NATAL juga di rayakan oleh banyak orang sebagai hari khusus dimana kelahiran Jesus itu di terima dan di pestakan dengan hati suka cita. Banyak orang juga melihat NATAL itu sebagai hari liburan umum dimana mereka bisa pesta memenuhi keinginan duniawi.

Nilai NATAL di Melanesia itu sangat berbeda dengan dunia barat. NATAL di Melanesia itu diadakan sebagai hari yang kudus tentang kelahiran Tuhan Jesus. Kebanyakan manusia Melanesia tidak berpikir untuk beli-beli hadiah material dan pesta duniawi untuk memenuhi keinginan dagin. Tetapi di Melanesia, NATAL itu suatu hari kudus dimana tanggal 24 December, semua keluarga dan masyarakat kumpul di satu tempat untuk pesta dan makan bersama. Kemudian hari berikutnya, tanggal 25,  itu hari yang paling kudus dimana semua masuk ke Gereja dan merenungkan bersama tentang kelahiran Tuhan Jesus. NATAL itu di pandang oleh banyak manusia yang memiliki agama dan tradisi yang berbdeda sebagai hari liburan agama untuk umat Kristen. Selain dari pengertian umum dari hari NATAL ini, setiap manusia dan keluarga juga memiliki pengertian tentang NATAL berbeda-beda.

Kondisi dunia pada saat kelahiran Jesus 2000 tahun lalu

Nilai kelahiran, kehidupan dan kematian Jesus itu bisa di mengerti dan di hargai kalau kita mengerti situasi/kondisi dunia pada zaman itu. Jesus lahir dalam kondisi dunia yang sangat gelap. Dia lahir di keluarga Bangsa Yahudi yang mengalami krisis dari semua aspek kehidupan. Dia lahir dalam budaya duniawi Yunani Kuno (Hellenistic) yang penuh dengan korupsi, perzinahan dan philosophy humanisme. Dia lahir dalam system empire Roma dimana para elit di kota Roma deklarasikan diri bahwa mereka adalah raja dari surga untuk membawah peradaban dan perdamaian di dunia. Dia lahir di dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa Yahudi dari Roma dan juga para elit orang Yahudi dan tokoh agama yang menjadi kaki tangan colonial Roma di Jerusalem. Dia lahir dalam dunia dimana bangasa Yahudi baku benci, jual dan bunuh antara sudara sendiri karena tekanan-tekanan hidup yang jahat di ciptakan oleh semua kekuasaan kerejaan duniawai pada saat itu. Jesus juga kemungkinan besar menyaksikan banyak keluargaNya di kampung Nazareth di salibkan di jalanan dari tentara legion Roma karena di tuduh sebagai “ separatis, makar, gerombalan.” Selain dari semua krisis-krisis external ini, Jesus juga lahir di dalam dunia kegelapan di setiap hati dan pikiran manusia.

Tuhan Jesus lahir, di besarkan dan di bunuh oleh karena semua masalah-masalah ini. Dia saksikan semua penderitaan yang di alami oleh keluargaNya dan bangsaNya. Di saksikan semua tindakan kejahatan oleh system dan tentara Roma. Dia saksikan semua grup-grup elit Yahudi di Jerusalem yang selalu kolaborasi dengan Roma. Dia saksikan kejahatan antara sudara dalam kubu perjuangan kemerdekaan Bangsa Yahudi di bukit-bukit Galilea dan Samarai. Dia saksikan banyak penderitaan manusia entah itu orang Yahudi, Roma, Yunani, Mesir, yang dibudak dan juga pembudak.

Tuhan Jesus lahir di dalam system dunia yang berlapis -lapis dengan ideology politik dan budaya yang berbeda, kerejaan, agenda, ambisi dan tujuan yang berbeda. Pada zaman itu, banyak orang yang hanya pikir untuk menjadi tentara Roma, ada yang hanya pikir untuk menjadi raja di Roma, ada yang pikir hanya menjadi tokoh agama di Jerusalem, ada yang pikir hanya untuk  cari kekayaan melalui perdagagan, ada yang hanya pikir menjadi kaya melalui  penagih pajak dari para kaum petani, ada yang hanya berambisi untuk menjadi pimpinan perjuangan kemerdekaan Banyak Yahudi dan juga ada yang betul-betul berpikir dan berdoa untuk nasib Bangsa Yahudi. Dalam dunia model ini yang Tuhan Jesus lahir.

Dalam dunia yang sangat complex ini, Tuhan Jesus pikir apa? Keinginan dan ambisi Tuhan Jesus itu apa? Program  dan agenda Tuhan Jesus pada waktu itu  itu apa? Karena masalah yang Tuhan Jesus hadapi adalah bukan hanya dengan kejahatan budaya Yunani, militer Roma, tetapi para pemimpin, tokoh dan elit BangsaNya sendiri (Yahudi). Dan pada saat itu, Tuhan Jesus menyadari bahwa masalah kejahatan manusia ini bukan muncul dari luar (external) di level politik, agama, ekonomi, budaya, social dan ideology, tetapi akar persoalan ada di hati dan pikiran manusia.

Dari sini, Tuhan Jesus mulai memili jalan sendiri. Dia katakan “I am the way, the truth, and the life”John 14:6. Tuhan Jesus bukan memili jalan sendiri, tetapi Dia menjadi jalan yang benar, Dia menjadi kebenaran itu sendiri, Dia tidak memilih kehidupan baru tetapi Dia menjadi Hidup baru itu sendiri. TemanNya Tuhan Jesus yang dekat Yohanes melaporkan bahwa ” Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”​—Yohanes 1:1.

TemanNya Jesus, Yohanes telah menjelaskan identitas Jesus di bukunya: Menurut pengertian Yohanes:  Jesus itu sudah ada sebelum Yunani, Roma, Bangsa Yahudi muncul. Jesus itu sudah ada sebelum Moyang Abraham lahir. Jesus itu sudah ada sebelum Bumi dan semua alam semesta di ciptakan. Jesus itu sudah ada sebelum semua kerejaan, raja-raja, ratu-ratu duniawai muncul. Tuhan Jesus itu sudah ada sebelum perjuangan kemerdekaan Bangsa Yahudi muncul. Berarti, Jesus itu lahir sebagai manusia biasa dalam keluarga bangsa Yahudi, tetapi identitas Jesus itu ada kaitan dengan suatu yang “ transeden”, di luar dari sejarah, identitas dan kategori manusia.

Tuhan Jesus itu Roh Hidup yang menjalankan, memelihara, mengasihi  semua makhluk di bumi ini dan Roh ini yang memberikan nilai untuk semua phenomenon yang terjadi di universe. Roh-roh lain di dunia ini sudah hilang tetapi Roh Jesus masih hidup di hati dan pikiran manusia di Bumi ini. Sejak Tuhan Jesus lahir sampai hari ini, banyak manusia lahir, banyak raja-raja dan ratu-ratu lahir, banyak panglima perang dan pahlawan bangsa lahir, banyak presiden dan tokoh-tokoh agama lahir, banyak kerejaan, negara, empire dan peradaban muncul. TETAPI, semua gugur dan hilang. HANYA, nama Jesus, hari ulang tahun Jesus, kematian Jesus, kebangkitan Jesus dan pengajaran Jesus yang sampai sekarang masih hidup dan di rayakan di hati dan pikiran manusia di dunia. Dan tidak ada indikasi bahwa nama Jesus itu akan dihapuskan oleh manusia  ribuan tahun kedepan, karena Jesus memiliki nilai yang lebih tinggi, kuat dan bersih maka manusia akan selalu memiliki nilai dan roh kehidupan Jesus itu.

Mengapa hal ini terjadi?

Tuhan Jesus betul-betul memahami kondisi kehidupan manusia. Dia mengerti  bahwa semua komunitas manusia yang teroganisir kehidupnya melalui system kerejaan, negara, organisasi, agama atau ideology yang tidak berdasarkan dengan nilai “ kasih sayang”pengampunan” dengan “kejujuran hati” dan “system keadilan” pada akhirnya semua akan hancur dan hilang.

Tuhan Jesus memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dan besar dari pada Roma dan semua kerejaan yang menganiayai bangasaNya Yahudi, tetapi Jesus tahu bahwa itu bukan jawabanya untuk menyelesaikan masalah di dunia ini. Manusia adalah ciptahan Tuhan yang di beri kemampuan dan kebebasan untuk “memili” antara surga dan naraka, antara yang benar dan yang salah, antara kebenciaan dan kasih sayang. Maka Jesus memberikan kekuatan kepada manusia dengan kebebasan untuk memilih pilihan hidup.  

Tuhan Jesus pada akhir perjalanan Dia dengan muridNya ke Jerusalem, Dia sudah tahu bahwa kegelapan dunia, kejahatan dunia dan semua agen-agen kegelapan musuh manusia dan ciptaan Tuhan mulai mengelilingi Dia. Dia tahu bahwa nafas terakhir dari dunia ini sudah mulai dekat.

Di moment itu, Dia kumpulkan teman-temaNya, baru Dia berikan Perintah Baru  “Kamu Saling Mengasihi” ( love one another). Bagi Jesus, tanpa revolusi di hati dan pikiran manusia, tanpa kelahiran baru dalam keluarga Dia dengan roh baru dan kasih sayang, mereka akan di eliminasikan oleh kuasa gelap di dunia ini.

Tuhan Jesus tahu bahwa system dunia pada zaman itu mengalami perubahan. Dunia lama, system lama dan paradigma lama sudah mulai rubuh dan Dia (Jesus) beridiri di tengah-tengah perubahan antara: Dunia lama dan dunia baru, system lama dan system baru, kerejaan duniawi dan kerejaan surga, keluarga baru dengan roh hidup dan keluarga lama dengan roh lama, keturunan Adam dan Keturuan Jesus. Di tengah-tengah itu , Jesus lahir, di besarkan, di salibkan dan di bangkitkan.

Selama ribuan tahun, manusia yang memiliki hidup bagian dari keluarga baru dalam Jesus mengalami pilihan hidup yang sama. Hidup di dalam tubuh keluarga Jesus bukan berarti semuanya akan menjadi aman dan sejahterah. Tetapi akan mengalami masalah, penganyiaan, penderitaan banyak, tetapi mereka yang tahan semua penderitaan ini akan di panggil anak-anak keluarga Allah dalam kerajaaNya dia. Mereka adalah harapan hidup baru untuk manusia di dunia ini. Mereka adalah harapan untuk suatu keluarga, negara, bangsa dan kerajaan.

Kelahiran Jesus – nasib bangsa Yahudi dan bangsa Papua di zaman ini

Kondisi dan situasi Bangsa Papua di zaman ini sama dengan sejarah Bangsa Yahudi dulu pada zaman Yunani kuno dan Roma. Kita orang Papua hidup di dalam budaya dunia barat seperti dulu Bangsa Yahudi hidup dalam budaya Yunani kuno, penuh dengan perzinahan, korupsi, berhala dan lain sebagainya.

Kita juga hidup di dalam militer Indonesia seperti dulu bangsa Yahudi dibawah kontrol Kerajaan Romawi dan Bangsa Papua juga mengalami masalah internal sama seperti apa yang di alami dulu oleh bangsa Yahudi . Saya ingin tanya: Kalau Jesus secara physical ada di Jayapura hari ini, apa yang anda pikir Jesus akan lakukan? Apakah dia akan bergabung dengan tokoh-tokoh agama dan adat, para diplomat ULMWP, activist KNPB, militer OPM, atau mendukung agenda Jakarta?

Bangsa Papua selama ini mengalami masalah banyak dari internal dan juga external. Nilai-nilai budaya kita sudah hancur, nilai-nilai pengajaran agama sudah mulai hancur, pengajaran hikmat dari Moyang kita sudah hilang, nilai kasih sayang sudah mulai hilang. Indonesia sudah mulai kuasai Bumi Cenderawasih, manusia Papua yang pemiliki tanah sudah manjadi pengungsi di negrinya sendiri, dunia era global sudah mulai meracun hati dan pikiran generasi baru Bangsa Papua, para pejuang Papua merdeka sudah baku tuduh, benci, jual, maki dan bunuh kiri kanan. Tuhan Jesus lahir dalam kondisi dan situasi yang sama seperti di Papua di zaman ini.

Maka, tulisan refleksi NATAL singkat ini dibagi sama:  Sudara dan sudariku, bapak dan mamaku, nenek dan teteku, adik dan kakaku, om dan tantaku dan Alamku Papua yang ku tercintah supaya kita sama belajar untuk mengasihi.

Bangsa Papua dan negara republik West Papua hanya bisa didirikan dan bertahan ribuan tahun kalau kita dirikan dengan berdasarkan Tuhan Jesus punya Perintah Baru yang Dia tinggalkan sama MuridNya – LOVE ONE ANOTHER (MENGASIHI SATU SAMA LAIN).

You may also like to read..

Leave a comment

Translate »