Mimpi Bangsa Papua Hidup di Dalam kata “PAPUA”

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Indonesia, PBB, America, Belanda, Australia dan manusia, militer atau senjata model apapun tidak akan pernah menghapuskan mimpi Bangsa Papua

By: Yamin Kogoya Date: 17/12/2018

Kata Papua itu bukan saja kata yang ada dalam struktur bahasa menyangkut nama suatu lokasih atau wilayah yang ada dalam wilayah negara Indonesia. Kata Papua itu sudah menjadi kata yang memiliki makna yang sangat dalam di setiap hati dan pikiran manusia Papua.

 Dalam kata Papua itu ada nilai-nilai kemanusiaan, ada makhluk-mahluk tertentu yang tidak terletak di wilayah lain di Bumi ini. Disitu ada budayah-budayah tertentu dan Alam yang memiliki keindahan yang sangat unik. Biasa di katakan “ surga kecil yang jatuh ke Bumi”.

Di dalam kata Papua itu ada suatu energy, perasaan, pisikologis dan pikiran tersendiri, disitu ada kepercayaan, moralitas, etika dan karakter tersendiri. Kata itu memiliki sejarah dan nasib sendiri, yang tidak sama dengan bangsa lain di Bumi ini.

kata Papua itu bukan lagi kata/nama menyangkut sekelompok manusia atau Wilayah yang di dominasi oleh sekelompok manusia tersebut. Tetapi, kata Papua itu sudah menjadi “state of mind.” Jadi Indonesia tidak akan pernah mengindonesiasikan/merubah atau menghapuskan “the mind of Papuans.

 State of mind ini Indonesia tidak akan pernah kalahkan dengan kekuatan milter, alat-alat perang senjata model apapun, project-project pembangunan dan uang bernilai triliun. Karena di dalam kata Papua itu ada kata ‘ M ‘ dan arti/makna dari kata M itu rakyat Indonesia sudah tahu dan mengerti.

 Papua dan M (Merdeka) bebarti bukan Papua dan Indonesia, Kata Papua tidak bisa dapat di definisikan dalam konteks Indonesia. Karena Papua dan Indonesia memiliki mimpi yang berbeda.

Dalam kata Papua itu ada mimpi dan imaginasi yang belum di manifestasikan tetapi disini sudah ada kepercayaan dan keyakinan bahwa mimpi ini akan di manifestkan suatu saat. Ini adalah roh dan roh ini tidak bisa dibunuh.

Mimpi dan imaginasi Papua ini tidak akan pernah di rubah dan di hapus oleh Indonesia, America, Ingris, PBB atau Australia dan negara manapun di dunia ini.

“Indonesia bisa membawah manusia Papua keluar dari Papua, tetapi Indonesia tidak akan pernah membawah Papua keluar dari manusia Papua”

 karena kata Papua itu sudah menjadi bagian dari DNA orang Papua. Kita sudah tahu bahwa Papua itu bukan Indonesia dan Indonesia itu bukan Papua. Indonesia dengan Papua tidak akan pernah jadi satu. Karena Papua dengan Indonesia itu menikah secara paksa, jadi pernikahan ini tidak pernah damai. Solusi terbaik untuk mereka dua adalah harus berpisah supaya mereka dua bisa hidup aman. Mengatur hidupnya masing-masing.

Jadi Indonesa harus sadar dan mengerti bahwa mereka bukan saja melawan OPM TPN, ULMWP, AMP, KNPB dan semua organ-organ perjuangan Papua merdeka lain, yang ada di seluruh Indonesia dan luar negeri. Tetapi mereka melawan the mind and the dream of Papua. Mereka melawan sesuatu yang mereka tidak akan pernah kalahkan melalui kekuatan milter atau senjata.

Sejarah dan penderitaan Bangsa Papua itu sama dengan sejarah dan perjuangan Bangsa Yahudi. Kata Israel dan kata Yahudi ini bukan saja kata-kata yang kita kenal dalam kamus Bahasa dan sejarah menyangkut lokasi, geograpis atau wilayah di Timur tengah. Tetapi kata-kata ini sudah menjadi bagian dari ‘state of mind’ untuk bangsa Yahudi.

Kata Yahudi itu ideology, kata Israel itu juga ideology, kata Jerusalem itu juga suatu ideology. konflik yang terjadi di Timur Tengah dan dunia ini semua ada kaitan dengan nama-nama yang disebut diatas. Di dalam kata kata ini penuh dengan sejarah penderitaan manusia, perlawanan, kemenangan, kekalahan antara kuasa Iblis dan kuasa Tuhan.

Dalam sejarah Bangsa Yahudi, banyak kerejaan kuno di dunia Timur tengah mencobah untuk memusnakaan mereka, mulai dari Raja Piraon di Mesir, raja Nebukanezar di Babylon, raja Darius di Persia, military general Yunani Alexandar dari Macedonia, kaisar Agustus di Roma, Kerajaan-kerajaan Islam dan Kristen dari abad ke abad, Nazi German dan banyak bangsa di dunia ini mencoba untuk menghapuskan kata yahudi, Israel atau Jerusalem. Tetapi, semua tidak pernah berhasil. Semua gagal.

Kota Jeruslame telah dibakar, penduduknya telah di bunuh habis-habisan dan di budakan banyak kali dari abad ke bad, tetapi Jerusalem, Israel dan Bangsa Yahudi masih ada. Mengapa? Karena ini adalah menyangkut  ideology, covenant, kepercayaan, keyakinan dan sudah menjadi bagian dari DNA rakyat Bangsa Yahudi.

Bangsa Yahudi bisa kembali mendirikan negara Israel, bisa mengklaim Jerusalem kembali dan tanah Moyang mereka setelah hidup sebagai manusia pengunsi di seluruh dunia lebih dari 2000 tahun setelah Roman general Flavius Titus memusnakaan Bangsa Yahudi dan membakar kota Jerusalem pada abad 70 AD.

Berarti, kata Yahudi, Israel dan Jerusalem ini bukan saja mengenai lokasih dan wilayah. Di dalam kata kata ini ada mimpi, imaginasi, perjanjian, dan kekuatan yang tidak bisa dapat di musnahkan oleh kekuatan militer dan senjata apapun di dunia ini.

Yang menjadi tantangan adalah hanya waktu saja. Jadi pertanyaan yang tepat bukan ‘Apakah Bangsa Yahudi atau Bangsa Papua bisa merdeka, tetapi KAPAN?

Maka, Indonesia harus sadar bahwa kita Bangsa Papua hanya tunggu waktu untuk merdeka, itu saja. Jadi Kita tidak akan pernah meragukan kepercayaan dan keyakinan kita dalam mimpi dan imaginasi Bangsa Papua. Bangsa Papua sudah lahir, kita hanya tunggu untuk pesta kelahiran Bangsa kita dan Indonesia sedang membantu kita melahirkan Bangsa Papua melalui kegiatan kegiatan ilegal dan criminal di tanah kudus Moyang Bangsa Papua.

Maka rakyat Bangsa Papua, jangan putus asah, jangan kehilangan harapan atau menyerahkan nilai diri Anda dan Bangsamu -Papua kepada Indonesia atau dunia modern.

Mari kita bermimpi terus Bangsa Papua, mari kita menjadi duta besar Bangsa Papua dimana saja kita berada – di kebun, di kantor kantor colonial Indonesia, di jalan jalan activist pemuda dan pemudi Bangsa Papua, di hutang perang gerilyawan, di sekolah, di gereja, di rumah sakit dan dimana saja kita berada.

Bangsa Papua tidak bisa mimpi di dalam mimpi Indonesia, karena Indonesia dan Papua memiliki mimpi yang sangat berbeda. Dulu Belanda dan Indonesia memiliki mimpi yang berbeda dan mimpi ini sudah terwujud bagi orang Indonesia. Sekarang Indonesia dan Papua mimiliki mimpi yang berbeda dan mimpi ini akan terwujud.

Bangsa Papua sudah memiliki lagunya, warna, bendara, symbol negara, pahlawan sejarah, wilayah, Undang Undang Dasar Negara, dan kalender nasionalnya sendiri.

Jadi solusih yang terbaik untuk Indonesia adalah hentikan semua upayah-upayah kemunafikan anda untuk mengindonesiasikan Bangsa Papua melalui terror, intimidasi, operasi militer dan pembangunan karena Indonesia tidak akan pernah berhasil.

Lebih baik Indonesia korbankan dana miliaran yang dia korban untuk menutupi kejahatanya dia di Papua di daerah lain yang miskin seperti fi Jawa.

 Jadi, dari sini kita Bangsa Papua sudah sadar dan mengerti bahwa Kata Papua itu bukan saja kata yang ada dalam struktur bahasa atau nama wilayah, tetapi kata Papua itu memiliki nilai yang sangat dalam.

 Di dalam kata Papua itu ada banyak suku-suku, ada banyak bahasa dan puisi yang unik dan ada lagu yang katakan “Hai Tanahku Papua, Hi Tanah Lahirku, Kau kasih akan dikau, sehingga ajalku,”

Di dalam kata Papua itu ada warna Merah, Biru dan Putih dan Bintang bersinar di dalam warna itu, ada gunung-gunung yang penuh dengan kekayaan, ada pasir putih, lautan, sungai-sungai dan rawa-rawa yang begitu indah, ada mimpi, ada perjanjian dan Bintang Kejora (morning star) harus bersinar lebih terang supaya Indonesia dan dunia bisa lihat jalan yang benar.

 Jadi Indonesia dan dunia tidak boleh anggap kata Papua itu remeh, karena Tuhan sudah janji bahwa Papua akan Bangkit dan Bintang Kejora akan bersinar dan semua yang tidak bisa lihat dalam kegelapan akan lihat indahnya Bumi Cenderawasih yang kita bilang “ Surga Kecil Yang Jatuh Ke Bumi”

 Dan ini…..sudah pernah di nubuatkan oleh Pdt. Isaak Samuel Kijne “Di atas batu ini, saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marafiat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri” (Wasior, 25 Oktober 1925).

You may also like to read..

Leave a comment

Translate »